Selain Dokumenter Slankers, 4 Film Pehagengsi ini Bisa Ditonton Legal

‘Fans Club’ adalah film pendek yang dibuat bersama Slanker Fans Club Minoritas Slankers Jogja (SFC MSJ) pada perayaan Jogjakarta Slankers Festival #2

Untuk memperingati Hari Film Nasional 2020 yang jatuh pada 30 Maret kemarin, PFJ merilis karya-karya film pendek dari Jogja sekaligus memberi hiburan atas social distancing Covid-19. Ada empat film yang tayang secara legal dalam program #NontonFilmPendek #DiRumahAja oleh Paguyuban Filmmaker Jogja (PFJ).

Sejak film pertama diunggah pada 29 Maret 2020, hingga hari ini sudah ada 30 film pendek dari Jogja yang bisa kalian tonton secara gratis dan legal. Empat film pendek dari Pehagengsi yang berpartisipasi dalam program PFJ: ‘Guelu’ (Kikiretake, 2013), ‘Kacang & Lanjaran’ (Hindra, 2014), ‘Fans Club’ (Aat, 2018), dan ‘Rockstar Wingit’ (Kikiretake, 2019).

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Alter Native (@pehagengsi) on

‘Guelu’ bercerita dengan sangat singkat, 1 menit 53 detik tentang pertanyaan ‘untuk apa kita membuat film?’. Film ini sempat mendapatkan prestasi sebagai film pendek terbaik kategori umum pada Psychofest Film Fest 2013, Universitas Airlangga Surabaya dengan juri Lulu Ratna dan Adrian Jonathan Pasaribu.

Berbeda dengan ‘Guelu’ yang fiksi. ‘Kacang & Lanjaran’ adalah dokumenter percintaan dari pasangan muda yang terkenal lewat usaha jamu tradisional Bu Tari sebagai penerusnya, yaitu Rumah Jamu dan Rempah. Pertama kali diputar pada Bioskop FKY 2015.

Bagi Slankers, ada film ini cocok dengan kamu, terutama yang suka mengembara demi menonton idola, sampai kadang lupa bawa uang saku dan berkenalan dengan Bidadari Penyelamat (BP). ‘Fans Club’ adalah film pendek yang dibuat bersama Slanker Fans Club Minoritas Slankers Jogja (SFC MSJ) pada perayaan Jogjakarta Slankers Festival #2 yang digelar di Taman Budaya Yogyakarta.

Animo slankers memang luar biasa untuk film ini sejak pertama kali teaser dirilis di social media, pertanyaan demi pertanyaan berujung pada “kapan diupload di YouTube, mas/mbak?”.

Hingga akhirnya melalui program dari PFJ ini cita-cita tercapai. Mereka kini sudah bisa menontonnya dengan legal di kanal YouTube PFJ. Film terakhir, ‘Rockstar Wingit’. Semacam klenik mencari wangsit atau pusaka di tempat angker. Kejadian aneh menimpa Godas (Dastin) yang sampai bisa-bisanya mengikuti makhluk berjubah putih ke gelaran konser ajaib yang mengubah dirinya kemudian.

Selain melegalkan film pendek karya sineas Jogja melalui kanal YouTube Paguyuban Filmmaker Jogja. PFJ juga membuka donasi untuk penanggulangan dan pencegahan pendemi covid-19, melalui rekening BCA 0373197405 a.n R. Agni Tirta.

Ada juga juga video diskusi-diskusi dari pelaku perfilman Jogja tentang divisi dalam struktur produksi film seperti tentang skenario, tim produksi, Director of Photography, Sound, Editor, Talent, dan penyutradaraan.

Jangan lupa untuk like dan subscribe agar mendapatkan pemberitahuan
film baru di inbox surelmu. Program PFJ dengan tagline “film boleh pendek, nafas perfilman tetap panjang” ini hanya dapat kalian saksikan hingga 30 April 2020. (*)

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Paguyuban Filmmaker Jogja (@paguyubanfilmmakerjogja) on